Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Dua Puluh Dua November

Sudah berjalan sepuluh tahun, pa. Tidak terasa sudah menuju tahun kesepuluh rumah tanpa dirimu.  Tahun ini tanggal itu jatuh di hari kamis, seilisih dua hari lebih cepat saat dirimu meninggalkan kita semua. Hari dimana Papa terakhir kali terbaring di tempat yang seharusnya dirimu tidak disitu pada hari itu. Tahun ini juga menjadi tahun kesepuluh kita berdua tidak pernah lagi merayakan ulang tahun bersama. Hari lahir kita yang cuma berselisih sembilan hari terakhir kali kita rayakan di tahun 2006 silam, tahun dimana aku naik ke bangku SMA.
Pa, tahun ini perayaan Hari Ayah lebih meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, mengimbangi perayaan Hari Ibu. Sayang, kita semua anakmu tidak bisa mengucapkan langsung seperti anak-anak lain. Cuma bisa lewat doa di sujud terakhir dan di penghujung solat.
Mama, istrimu itu sudah resmi jadi nenek loh, pa.  Cucu pertamanya cewe mungil bermata sipit yang sepertinya mengikuti mama dan centilnya ikut ke anak keduamu yang menjadi mamanya. Tapi jarak s…

Postingan Terbaru

Mereka Tak Mengunjungiku Lagi Setelah Ramadhan

Masih Pentingkah BukBer ?

RESOLUSI TANPA AKSI

Untitled

ALOKASI DANA DESA UNTUK DESA YANG LEBIH BAIK